Fan Fiction: My Sleeping Beauty part 3 (end)

Author  : Me

Title        : My Sleeping B2uty

Genre    : Romance

Cast        : Lee Gi Kwang (beast), kim min young (you), kim heechul (superjunior), jo twins (boyfriend)

“aku pulang”, aku kembali kerumah setelah hampir seharian berada di panti, eomma langsung menyambutku. Aku letih, tapi wajah letih ini tidak boleh ku tunjukkan kepada orang rumah

“min young-ah eomma minta maaf karena menyuruhmu ke panti, apa kau capek?”, tanya eomma khawatir

“aniyo eomma, gwenchana”,

“kalau begitu ayo kita makan malam”, ajak eomma. Di meja makan hanya ada tidak ada oppa karena dia sedang sibuk-sibuknya dan dia akan pulang malam. Selesai makan handphone ku berbunyi, aku mendapat telepon dari nomor yang tidak ku kenal

“yobseyo”, aku mengangkat telepon

“yobseyo, noona..aku Jeremy aku sedang berada di restoran cepat saji selesai makan malam”, ternyata yang telepon adalah Jeremy anak panti asuhan eommaku berusia 6 tahun

“kau sendirian?”, tanyaku mulai agak khawatir

“tidak aku mersama seorang hyung yang baru ku kenal hari ini”, jawabnya yang membuatku tambah khawatir dia bersama seorang laki-laki yang baru pertama kali dia kenal

“noona akan kesana, apapun yang terjadi tunggu noona disana. Arrasso?”, aku langsung bergegas mengambil mobilku dan pergi kerestoran cepat saji. Aku melihat Jeremy dari jauh sedang asik dengan seorang namja muda memakai topi hitam dan kacamata hitam. Aku menghampiri mereka

“Jeremy-ah! Sudah noona bilang jangan keluar dengan orang yang baru kau kenal apa lagi sudah malam begini”, omelku kepada Jeremy

“oh min young-ssi, ayo duduk”. Lagi-lagi dia

“gikwang-ssi, angin malam tidak baik buat anak-anak mengapa kau mengajaknya keluar?”,

“noona, hyung mentraktir ku makanan disini, aku ingin noona makan juga, makanya aku meminjam handphone gikwang hyung untuk menelepon noona. Noona, katanya dia seorang artis”, sambung Jeremy

“mwo? cepat selesaikan makan mu habis itu kita pulang!”,

“ne”, Jeremy cemberut

“ya jangan memarahinya aku yang mengajaknya kesini”, ucap gikwang. Aku bingung dengan gikwang, hari ini dia sudah melakukan hal banyak yang baik kepada panti asuhan kami, aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa

“gomawoyo”, ucap ku “mianhaeyo” ucap gikwang. Kami mengucapkan satu kata yang berbeda makna dalam waktu yang bersamaan.

“kau mengucapkan apa? Kau duluan yang berbicara”, aku memberikan dia kesempatan untuk berbicara duluan

“tidak kau saja yang duluan”, katanya

“baiklah. Hari ini aku mengucapkan terima kasih atas nama panti asuhuan karena hari ini kau sudah banyak melakukan hal baik”,

“aku senang melakukannya kemudian…Aku ingin minta maaf pada mu karena hari ini aku sudah membuat mu jengkel dan menertawaimu” ucapnya dengan tatapan yang serius, aku hanya membalasnya dengan sedikit senyuman

“Jeremy, kau sudah selesai? ayo kita pulang”, aku dan Jeremy beranjak pergi

“min young-ssi”, gikwang memanggilku dan mengulurkan tangan kanannya.

“wae?”, tanyaku

“mari kita bersalaman…” katanya sambil tersenyum. Tiba-tiba jantungku menjadi aneh

“mari kita bersamalan, salaman antara sebagai penyumbang tetap dan wakil dari panti asuhan”, sambungnya.

“oh..ne!”. aku bersalaman untuk yang pertama kalinya dengan dia, tangannya begitu hangat. Kemudian aku mengantar Jeremy pulang.

Aku kembali kerumah yang penghuni lainnya sudah pada tertidur lelap. Setelah mandi, aku minum susu hangatku sambil menonton tv acara tengah malam. Tv didepanku menyala tapi pandanganku entah kemana, aku teringat tadi di restoran cepat saji. Aku mengambil handphoneku dan melihat panggilan masuk. Ini nomornya gikwang, langsung saja aku menyimpan nomornya tapi tidak dengan namanya. Tidak beberapa lama kemudian heechul oppa pulang

“oppa wasso?”, aku menyambutnya

“ne. min young-ah kegiatan apa yang kau lakukan seharian ini?”, tanya oppa

“seperti biasanya aku ke sanggar. Oh ya dan aku pergi ke panti asuhan”,

“benarkah? Kau tidak kuliah?”,

“obseo”. Kemudian oppa pamit padaku untuk tidur dan dia menyuruhku untuk masuk kamar. Sebelum aku tidur aku minum 1 butir obat tidur dosis rendah yang akan membuatku mengantuk dan tidur selama 4 jam. Walaupun hanya 4 jam sangat lumayan buat ku.

Matahari sudah terbit pagi ini. hari ini aku sama sekali tidak ada kegiatan selain kesanggar. Eomma dan si kembar pun ada dirumah kalau oppa dia sedang berkumpul di dorm super junior. Sehabis pulang dari sanggar kwangmin bertanya padaku

“noona apa kau sudah makan siang?”,

“belum. Wae?”,

“aku lapar. Youngmin juga”,

“oke, aku dan eomma akan memasak soup daging untuk kalian”, aku langsung kedapur, ketika ku membuka kulkas isinya hanya minuman-minumman. Ternyata aku lupa belanja kebutuhan makanan

“kwangmin-ah mian, aku lupa berbelanja bisakah kau tahan laparmu sebentar? Aku akan ganti baju untuk pergi berbelanja”, kataku pada kwangmin

“tidak usah noona aku sudah memesan makanan luar barusan untuk kita berempat”, sahut youngmin. Aku melihat youngmin bermain game di handphone ku, kemudian aku terkejut mengingat sesuatu

“ya! Youngmin! Kau memesan makanan dengan ponselku?”, aku langsung merebut handphone ku dari tangannya

“ne. waeyo?”, jawab youngmin polos. Ketika ku melihat catatan telepon keluar benar saja dugaan ku. dia menelepon nomor “restoran cepat saji” ini adalah nomor gikwang!. Youngmin kau sesalu membuatku jengkel. Sekarang apa yang akan aku lakukan?

“ya! Kau bilang apa saja? Dan orang yang mengankat bilang apa?”, tanyaku pada youngmin

“awalnya aku bilang “yeobseyo? Apakah ini restoran cepat saji?” tapi orang yang mengangkat diam saja, kemudian aku tanya lagi dan akhirnya dia menjawab ku dan bertanya padaku mau pesan apa yasudah aku bilang apa yang aku mau pesan dan memberikan alamat rumah”, jawabnya enteng

“lalu? Lalu apa?”, tanyaku lebih lanjut

“lalu apa? Ya tentu saja dia bilang “algesseumnida, aku akan mengantarkannya dengan segera. Kamsahamnida” begitu”. Bagaimana jika dia benar-benar datang dan orang rumah mengenalinya? Tak lama kemudian yang sedang aku khawatirkan datang. Bel berbunyi eomma pergi membukakan pintu, dengan segera aku langsung menahannya dan menyuruhnya untuk bersiap-siap di meja makan saja. Aku membukakan pintu, dia benar-benar datang membawa 4 kantong plastic makanan dia mengenakan kacamata bening dan topi hitam. Mirip sekali dengan tukang pengantar makanan

“selamat siang. Apa benar disini rumah atas nama pelanggan Youngmin?”, tanya gikwang dengan senyum menjualnya

“gikwang-ssi, ceosunghamnida. Dongsaengku tidak tahu apa-apa. Maafkan dia”, aku membungkukkan badan dan mengambil makanannya. Wajah gikwang berubah masam

“oh ini uang ganti makanan. Aku mohon diterima ya. Silakan pergi”, ucapku halus sambil menutup pintu. Kemudian dia memencet bel lagi.

“waeyo?”, tanyaku

“mana handphone mu?”, dia bertanya dan aku menyerahkan handphone ku dengan pasrah. Dia mengubah nama kontaknya.

“kalau tidak ada urusan lagi kamu bisa pergi. Mianhaeyo gikwang-ssi”, aku kembali menutup pintu. Belum ada lima langkah aku kembali kedalam, dia memencet bel pintuku lagi

“sekarang apa lagi?”, aku mulai memanas

“layanan tambahan dari toko kami untuk pelanggan spesial”, tiba-tiba dia memberi sebuah bucket bunga mawar merah. Aku terkejut tidak percaya “silahkan memesan kembali dilain waktu. Aku pamit”, lanjutnya sambil membungkukkan badan tersenyum dan menutup pintuku. Dibalik pintu aku memandang bunga darinya, aku tersenyum geli. Kemudian aku membuka pintu

“ajussi! Cangkamannyo”, aku kembali memanggil gikwang ajussi dia menengok wajahnya sedikit cemberut. Aku mengeluarkan beberapa uang receh kudapatkan 910 won, aku memberikan itu padanya. Dia bingung

“uang tip”, ucapku sambil menahan tawa. Dia mencibir

“gamsahamnida ajumma”, katanya. Aku merasa wajahku sebentar lagi memerah, aku buru-buru menutup pintu dan menguncinya. Kuintip dari jendela sepertinya dia sudah benar-benar pergi, aku menghembuskan napas lega. Aku keruang makan untuk makan bersama dengan si kembar dan eomma

“noona, makan dengan pelan-pelan”, ucap kwangmin kepadaku.

“ne? waeyo?”, aku baru sadar eomma dan si kembar memerhatikan aku makan

“kau seperti manusia yang tidak pernah makan selama 2 tahun”, ledek youngmin

“mwo?”, aku tidak mengerti maksud dia meledekku karena apa

“sudah-sudah, min young-ah makan dengan pelan-pelan kamu bisa tersedak”, sambung eomma. Katanya aku makan terlalu cepat tapi aku merasa makan dengan biasanya. Tapi kenapa aku yang paling selesai duluan? Dan yang paling bersih. Ayamku hanya tersisa tulang-tulangnya saja. Di meja makan semua orang memandangku dengan aneh.

“waeyo?”, tanyaku yang makin bingung dengan mereka. Tidak ada yang menjawab

“aku mau kekamar”, aku kemudian pergi pamit pada semuanya

“noona, kau aneh mendadak siang ini”, youngmin

“ne..eomma kau tahu kan noona tidak suka dikamar siang-siang?”, tanya kwangmin bingung. Aku tidak memperdulikan mereka dan masuk kamar. Di atas meja riasku, aku melihat buket bunga mawar “layanan tambahan dari toko kami untuk pelanggan spesial” tiba-tiba aku teringat dengan kata-katanya seperti itu. Kemudian aku melihat handphone ku, di catatan panggilan keluar ada nomor dengan nama “lee gikwang” ditambah dengan icon senyum bintang dan love di belakangnya. Apa maksudnya ini? aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku dengan segera, didepan ku ada cermin, aku tidak mau melihat wajahku sekarang.

—diruang tv—

Aku tidur cukup lama hari ini 4 jam, aku merasa senang sekali apa karena aku mendapatkan mimpi indah? Dimimpiku selalu muncul wajah gikwang. Aku keluar dari kamar dan aku aku melihat si kembar sedang asik bermain ninetindonya. Ku lirik jam yang ada di tanganku menunjukkan angka 6. Tumben sekali mereka bangun jam segini sedang bermain game pula.

“ya, tumben kalian sudah bangun pagi-pagi sekali”, tanyaku kepada si kembar. Si kembar melihat ku dengan tatapan aneh

“benarkan noona aneh hari ini”, ucap youngmin smbil mendecik dan berlanjut memainkan gamenya, sementara kwangmin masih menatap ku

“noona, ada apa denganmu? Ini jam 6. Jam 6 sore kau tidur dari jam 2 siang”, kata kwangmin

“mwo? Ini hari senin kan?”, aku terkejut

“ini masih hari minggu, kalau kau tidak percaya lihat saja keluar”, sambung kwangmin. Aku tak percaya aku langsung bergegas keluar membuka pintu ternyata benar cuaca bukan mulai terang tapi mulai gelap. Itu artinya aku bukan tidur malam tapi tidur siang dan selama 4 jam aku tidur siang? Ini tidak pernah kulakukan sebelumnya. Ketika aku ingin menutup pintu aku melihat sebuah amplop panjang ada di lantai depan pintu. Aku memungutnya. Di muka amplop tertulis untuk panti asuhan cinta keluarga, aku membuka amplop tersebut isinya adalah uang berjumlah 40rb won. Lagi-lagi aku tahu perbuatan siapa ini, ini uang ku yang kuberikan untuk gikwang-ssi sebagai pengganti makanan yang dia beli. Anehnya hanya uang makan yang dia kembalikan tidak dengan uang receh yang kuberikan sebagai uang tip. Aku menghela napas. Kenapa dia melakukan ini pada ku?

–1bulan kemudian–

720 jam berlalu begitu saja, aku menjalani aktifitas seperti biasanya dan selama itu juga aku hanya tidur 70 jam. Semakin lama hidup ini semakin membosankan tapi untungnya ada 3 pangeran dirumahku yang selalu menemaniku bermain game tiap aku terjaga di malam hari. Bagaimana dengan gikwang-ssi? Aku tidak tahu kenapa semenjak dia menjadi tukang pengantar makanan, memberikan bunga, dan mengembalikan uang makanan dia tidak muncul lagi di depanku. sesekali aku bertanya kepada heechul oppa “hari ini, apakah oppa akhir-akhir ini satu acara dengan beast?”,

Hari itu tanggal 7 september, tiba-tiba terjadi badai besar yang menimpa diriku bertubi-tubi. Pagi itu si kembar sudai memakai baju sekolah dan ingin berangkat sekolah tapi tanpa sengaja aku mendengar percakapan mereka berdua di kamar

“kwangmin-ah, eotteokhae? Kita mau pergi kemana sekarang? Kita di skors 5 hari dari sekolah, setelah itu ada pengumuman ujian lulus sekolah dan ujian universitas kan?”, ucap youngmin itu membuat ku terkejut

“gwenchana, yang penting ujian sekolah sudah selesai ayo kita menyewa dorm untuk 5 hari untuk istirahat, kau lelah kan? Untuk test masuk universitas kita belajar lembur dirumah saja, hitung-hitung menemani noona kau mau kan?”, kwangmin

“ne, selama sebulan kita hanya tidur 70 jam demi noona kan, jadi setiap di kelas kita tertidur dan karena itu kita di skors”,

“hal ini jangan sampai bocor kepada siapapun yang dirumah ini ya. Apalagi kalau noona tau”, ucap kwangmin

“mwo? Kalian di skors?”, tanya ku terkejut

“noona…”,

“jawab kalian di skors? Karena aku?”, aku meninggikan suaraku

“noona gwenchana”, jawab kwangmin

“mianhaeyo”, aku meminta maaf pada mereka kemudian aku langsung pergi mengurung diri di kamar. Aku berusaha menenangkan pikiran. Kwangmin dan youngmin berusaha mengetuk pintu.

“noona, ini bukan karena noona. Keluarlah”, teriak kwangmin dari luar sambil mengetuk pintu

“noona, kita mau terus menjaga noona kita tidak mau masuk universitas”, ucap youngmin. Mwo? Dasar anak itu seenaknya saja berbicara. Aku menghapus air mataku dan segera keluar membuka pintu untuk memarah-marahi dua manusia itu

“apa kau bilang? Tidak mau masuk universitas? Kau mau aku mati muda?”, teriak ku pada mereka. Kemudian mereka berdua memelukku

“noona, saranghaeyo”. Tapi aku masih merasa bersalah pada mereka, karena ku mereka tidak bisa belajar untuk persiapan masuk universitas di sekolah. Mereka berjanji pada ku mereka akan belajar mati-matian dirumah, dan jika mereka membutuhkan guru mereka bisa memanggil guru privat. Sore harinya ketika kita sedang menonton drama tiba-tiba di sela tanyangan muncul hotline news selebriti, mereka memberitakan oppa ku yang mendadak pingsan saat sedang syuting di salah satu acara variety lagi-lagi di sebabkan karena kelelahan dan saat manajernya diwawancarai dia menyatakan kalau heechul oppa jadwalnya sangat padat, kurang istirahat dan jarang tidur. Kami semua terkejut. ini adalah pukulan satu lagi untuk ku. kemudian handphone ku berbunyi eomma menelponku, beliau sudah ada dirumah sakit melihat keadaan oppa, kami langsung bergegas berangkat. Ponselku berbunyi lagi kali ini aku agak sedikit terkejut melihat siapa yang menelponku. Lee gikwang. Aku ingin sekali mengangkatnya, aku ingin berbicara padanya, aku ingin bertemu dengannya, tapi sayang dia menelpon disaat yang tidak tepat

“yeob..seyo?”, aku mengangkat telepon

“min young-ssi?”, panggilnya

“ne?”,

“minyoung-ssi, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Temui aku di restoran cepat saji sekarang”, pintanya dengan serius, aku mau memintanya untuk menunggu sebentar tapi dia sudah menutup teleponnya

“noona, ada apa? Ayo kita berangkat. Palli”, ucap youngmin

“kalian…duluan saja ya, aku menyusul dibelakang. Ah aniyo, aniyo.. ayo kita berangkat bersama tapi nanti turunkan aku didepan restoran cepat saji ya”, pintaku. Lalu kita semua berangkat, aku sudah sampai depan restoran cepat saji aku turun dan berkata pada kwangmin yang menyetir mobil

“kau duluan saja masuk rumah sakit ya, nanti aku menyusul dari sini rumah sakitnya dekat. Aku bisa jalan”, kwangmin mengiyakan. Lalu aku berlari ingin cepat masuk ke dalam, aku akan mengatakan pada gikwang kalau di hari itu dihari dimana dia memberikan ku bunga aku bisa tidur dengan nyenyak dan mimpi indah. Tapi sepertinya harapanku pupus, senyumanku ditendang oleh awan hitam yang tiba-tiba saja muncul. Apa ini? Apa yang aku lihat dari luar jendela. Gikwang sedang bercengkrama ria dengan seorang yeoja cantik dan sesekali gikwang tertawa geli menyimak si yeoja. Apa suasana ku menjadi kacau, apa aku harus masuk?. Gikwang kemudian melihat ku dari dalam dan dia melambai-lambaikan tangannya tanpa dosa. Aku memutuskan untuk masuk semoga keputusan ini tidak salah.

“annyeonghaseyo”, sapa ku untuk mereka. Aku duduk

“yoo eun-ah yeoja pengidap insomnia yang kuceritakan namanya kim min young. Min young-ssi, ini Goo yoo eun ”, gikwang mengenalkan ku padanya. Apa tadi yang dia bilang? Dia memperkenalkan ku sebagai yeoja pengidap penyakit insomnia. Sekarang aku merasa berada di bawah tanah dan mereaka berada di langit. Apakah gikwang sedang mengasihaniku?

“oh aku sudah melihat wajahnya di tv acara variety mu gikwang, aslinya lebih cantik ya”, yoo eun. Aku hanya diam

“min young-ssi, yoo eun ini baru pulang dari dari china dan dia membawakan obat herbal untuk mu”, ucap gikwang sambil memberikan aku beberapa obat herbal.

“ah ne..gamsahamnida”, ucapku. Kemudian mereka kembali bercengkrama ria. Yoo eun bercerita kepada gikwang tentang pengalaman dia selama di china. Seperti sedang melepas rindu satu sama lain. Ada beberapa hal lucu juga yang dia ceritakan sehingga membuat gikwang tertawa geli, tapi aku tidak bisa tertawa disini. Lama kelamaan aku merasa di asingkan disini. Dadaku sakit seperti dipukul benda berat. Aku teringat dengan oppa yang ada dirumah sakit, demi gikwang demi ingin melihatnya aku mengorbankan oppa ku yang terbaring di rumah sakit.

“ah cosonghamnida, aku harus pamit”, dengan terburu-buru aku berpamitan dengan mereka karena sebentar lagi awan mendung yang ada didiriku akan meneneteskan buli-bulir airnya.

“min young-ssi tunggu sebentar”, gikwang keluar meninggalkan yoo eun dan mencoba menahan ku.

“kau kenapa min young-ssi?”, tanya dia. Dia tidak menyadari apa yang dia lakukan pada ku, aku tidak tahu harus bilang apa

“gikwang-ssi, aku tidak tahu harus bilang apa… ini semua salah ku..ya benar ini salah ku, aku salah menyukaimu. Mianhaeyo”,

“mwo?”, gikwang terkejut dengan apa yang aku bilang barusan. Air mata ini sudah turun aku harus pergi. Aku berlari menyebrangi jalan yang kebetulan sedang lampu merah. Tiba-tiba saja di tengah jalan kakiku terkilir karna wigedku. Aku tersimpuh ditengah jalan, sementara lampu merah telah berakhir aku dan ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahku, mobil itu berjalan dengan tidak karuan. Aku berusaha berdiri menyelamatkan diriku tapi kaki ini tidak bisa jalan

“min young-ssi!”, gikwang berteriak dan berlari menyelamatkanku. Dia memelukku dan memblok ku dengan tubuhnya tabrakan yang cukup kencangpun tak dapat dihindari. Kami berdua terpelanting, kepalaku terbentur. Dengan pandangan yang samar-samar aku melihat gikwang yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang ada di keningnya. Kemudian semuanya menjadi gelap.

<3<3<3—heechul pove—

Ketika ku buka mata aku tidak tahu dimana aku, disampingku ada youngmin dan juga eomma tapi tidak dengan min young dan kwangmin

“aku dimana?”, tanyaku

“hyung, kamu dirumah sakit”, jawab youngmin

“untunglah kata dokter kau hanya tertidur bukan pingsan”, kata eomma. Tubuhku kembali segar setelah beberapa jam tidur disini. Aku menanyakan min young dan kwangmin, min young ada suatu urusan dan sebentar lagi akan menyusul sedangkan kwangmin sedang membeli minuman diluar. Kata youngmin banyak sekali wartawan yang menungguku. Aku benci sekali. Kwangmin kembali dengan napas terengah-engah seperti habis berlari

“hyung..eomma”, panggil kwangmin dengan wajahnya yang begitu serius

“wae?”, tanyaku penasaran

“noona..noona kecelakaan di depan rumah sakit. Sekarang dia di UGD”, lanjutnya. Kami semua terkejut mendengarnya. Kami bergegas untuk melihat min young. Kami melihat dokter seang membersihkan luka min young. Kami sangat takut.

“ada noona di tv! Ya benar itu noona”, teriak youngmin setelah melihat tanyangan televise yang ada di rumah sakit. Ternyata youngmin sedang menonton hotline news selebriti yang mengabarkan kecelakaan seorang penyanyi terkenal member beast menyelamatkan seorang gadis yang di duga sang supir mobil mabuk. Aku mengenalnya, dia gikwang wartawan diluar sekarang sedang haus akan berita gikwang. Beberapa menit kemudian kami diijinkan untuk menengok keadaan min young yang sudah dipindahkan keruang rawat. Dokter mengatakan kalau kaki min young terkilir dan luka di keningnya tetapi tidak parah dan sudah mendapatkan tindakan. Aku bersyukur dia akan baik-baik saja, tapi bagaimana dengan gikwang? Aku mencari ruang rawat gikwang. Ternyata banyak sekali keluarga dan juga teman-teman yang mengunjunginya tapi belum dibolehkan untuk masuk ruangan. Aku menyapa semua yang mengunjungi gikwang dan aku melihatnya dari jendela. Aku terkejut melihatnya, tidak ku duga sebelumnya kondisi gikwang begitu jauh dari baik. Kepalanya dibalut dengan kapas dan perban, lehernya di gips dan di beri bantuan pernapasan oksigen.

Ternyata kau gikwang-ssi, ternyata kau yang di maksud min young. Dia sering bertanya tentang beast denganku aku mengira min young bertanya sebagai seorang b2uty. Gomawoyo gikwang-ssi, karna kau telah menyelamatkan dongsaengku.

<3<3<3—min young pove—

Pelan-pelan aku membuka kedua mataku. Aku melihat sekelilingku dengan samar. Ada keluargaku yang menyambutku dengan senyuman. Mereka bersyukur aku tidak kenapa-kenapa. Tapi..

“gikwang-ssi? Gikwang-ssi”, aku mengingat kejadian waktu kecelakaan dan gikwang menyelamatkan ku. aku langsung bangun ingin melihat keadaannya. Tapi oppa menahanku katanya gikwang belum boleh dikunjugi dan ada banyak orang yang menjenguknya. Aku menangis dengan kencang karena ku gikwang menjadi seperti ini. oppa yang menyadari perasaan ku dia memelukku dengan erat.

2hari berlalu, hari ini 9 september gikwang masih belum sadarkan diri selama itu pun aku tidak pernah tidur semenit pun. Aku terus memantau keadaannya langsung dirumah sakit. Setiap malam aku mengunjungi kamarnya. Jebal, sadarlah gikwang-ssi tidak henti-hentinya aku menangis, berdoa, dan menggengam tangannya

“min young-ssi?”, kemudia suara yeoja memanggilku dan ternyata dia adalah yoo eun

“yoo eun-ssi?”, aku sedikit bingung dengan pakaiannya dia memakai jas putih. Ternyata yoo eun adalah dokter baru rumah sakit ini dan dia adalah kakaknya gikwang yang baru menyelesaikan studi kedokterannya di china. Bodohnya aku telah salah paham padanya yang menyebabkan gikwang seperti ini. yoo eun mengatakan kalau gikwang akan cepat sadar dan dia sudah tidak membutuhkan bantuan oksigen lagi. Sedikit demi sedikit doa ku terkabul.

Aku terus menggenggam tangan gikwang aku merasakan genggaman tangan gikwang. Apakah dia sudah sadar? Genggamannya semakin erat.

“gikwang-ssi”, aku mencoba memanggil namanya. Dia membuka matanya dengan perlahan dia melihatku sekarang

“min young-ssi?”, panggilnya dengan suara lirih. Dia sudah sadar, bahkan dia memanggil namaku. Aku sangat bersyukur dan aku meneteskan air mata bahagia

“mianhaeyo gikwang-ssi karena aku kau jadi begini”,

“aniyo…”, balas gikwang “kau baik-baik saja?” tanyanya.

“gwenchana, hanya beberapa hari aku harus di kursi roda ini. bagaimana dengan kau? Kenapa kau menyelamatkan ku?”,

“syukurlah kalau kau baik-baik saja…oh ya! Tanggal berapa ini?”,

“huh? Tanggal 9 waeyo?”, aku tidak mengerti mengapa dia tiba-tiba menanyakan tanggal.

“ah ternyata besok”, ucapnya membuatku semakin tiak mengerti

“gomawoyo gikwang si, jeongmal gomawo sudah menyelamatkan ku dan juga untuk tetap hidup”, ucapku. dia hanya membalas dengan senyuman.

“kau, menyukaiku? Kau benar-benar menyukaiku?”, tanya gikwang membuatku terkejut. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku hanya diam.

“wae? Kenapa kau diam?…tapi, sepertinya aku sudah mendapatkan jawabannya”,

“ne?”, dia mengangkat tangan kanannya, aku tidak sadar tanganku juga terangkat karena aku terus menggenggamnya. Dia tersenyum, dan aku malu. Aku melepaskan tanganku, aku pamit pulang karna sudah malam.

“jaljayo, min young-ssi”, teriaknya

<3<3<3—gikwang pov-

Hari ini, tanggal 10 hari yang tunggu-tunggu. Aku terus memandangi min young yang sedang tidur dengan cantiknya di depan ku. syukurlah dia bisa tertidur sepanjang malam. Aku mengambil handphoneku untuk mengambil sebuah foto ketika dia tertidur. Baru satu foto yang kuambil dia sudah terbangun karena suara kamera handphone ku.

“gikwang-ssi? Kenapa kau disini?”,tanya min young

“aku takut kau tidak tidur, ternyata kau tidur dengan nyenyak sepanjang malam”, jawabku

“kau disini semalaman? Kau sudah bisa berjalan?”,

“ne”, jawabku “sejak kapan kau tidak insomnia lagi?”, tanyaku penasaran

“baru sekali ini, aku tidur nyenyak sepanjang malam dan juga hari itu”, jawabnya

“hari itu? Kapan?”, tanyaku. Dia tidak menjawab, dia malah mengajakku pergi ketaman yang ada di belakang rumah sakit. Dia menyuruh ku untuk duduk di kursi rodanya, dia bilang sekarang kakinya sudah baik. Aku senang mendengarnya, aku pun duduk di kursi rodanya dan dia membawaku sampai ketaman

<3<3<3—min young pov—

Kami menikmati udara pagi yang sejuk ditaman. Disini aku bertanya pada gikwang

“kau kenapa menyelamatkan ku?”, dia terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu lalu dia menjawab

“seseorang yang berharga harus diselamatkan kan?”. Aku tidak mengerti apa maksudnya jadi aku hanya diam

“gomawo gikwang-ssi, karena mu aku tidak terjaga di saat malam. Hari itu juga, hari dimana kau memberiku bunga, aku mimpi indah”, aku memberi tahu semua perasaanku padanya. Dia hanya tersenyum dan dia memelukku lalu dia membisikkan ku

“bolehkah aku menjadi malaikat penjagamu?”, tanyanya. Aku terkejut aku meneteskan air mata karena terlalu senangnya. Dia memelukku dengan erat

“ya! Gikwang-ssi! Ada wartawan yang melihat kita!”, seruku, dia tidak menghiraukan perkataanku

“akhirnya aku bisa menyatakan perasaan ku hari ini”, katanya. Aku tidak mengerti apa maksudnya hari ini dan dia bilang 910 won. Ternyata dia sengaja menyatakan perasaannya sekarang bulan 9 tanggal 10 agar sama dengan jumlah uang koin yang kuberi padanya sebagai uang tip dan bahkan dia masih menyimpan koin-koin itu. Dasar namja jahat, dia membuatku menunggu hanya demi angka 910? Aissh..tapi Lee gikwang.. terimakasih karena ada dirimu aku bisa tidur nyenyak dan mimpi indah.

“gikwang-ssi, kau sudah melihat ku tidur. Bagaimana wajahku?”,

“kau mau tahu? Lihat ini. jelek sekali kan?”,

“whoaaa, kau memotretku? Jadi ini wajahku saat tidur. Haha. Ah kau menamai fotonya? Jaljayo, my sleeping b2uty? Kekanakan sekali kau”,

“ne..saat kau tidur wajahmu seperti ratu sleeping beauty…..dan ada lagi, ketika melihat wajahmu saat tidur, rasanya aku ingin sekali tidur disampingmu!”,

“mwo?”.

<3<3<3

One thought on “Fan Fiction: My Sleeping Beauty part 3 (end)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s